Saturday, March 17, 2012

MP3EI Dorong Pembangunan Kalbar


MP3EI Dorong Pembangunan Kalbar
Senin, 12 Maret 2012

BENGKAYANG  –  Sudah saatnya Kalbar melakukan kerja sama antardaerah melalui Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar M Zeet Handy Assovie MTM mengatakan mendukung pelaksanaan MP3EI. Pulau Kalimantan diposisikan sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang serta lumbung energi nasional.
“Saya melihat ini merupakan peluang bagi kita dalam upaya melakukan percepatan pembangunan di Kalbar. Namun di sisi lain, tantangan bagi kita bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari implementasi MP3EI,” ungkap M Zeet ditemui di Kantor Bupati Bengkayang, Kamis (8/3) lalu.
Dikatakan M Zeet, rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bengkayang memprogramkan sistem jaringan prasarana energi atau kelistrikan, meliputi jaringan distribusi pipa minyak dan gas bumi. Bentuknya berupa pembangunan depot bahan bakar minyak dan gas di Tanjung Gundul. Seiring dengan pembangunan jaringan pipa transmisi minyak dan gas bumi di Natuna-Tanjung Api-Pontianak-Palangkaraya.
“Ini merupakan salah satu harapan dan cita-cita masyarakat Kalbar yang terus selalu kita upayakan realisasinya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemenuhan infrastruktur dasar di bidang energi,” jelas M Zeet.
Pada 2011 lalu, Pemprov Kalbar bersama tiga provinsi lain di kawasan Selat Karimata, meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, dan Kepulauan Riau menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan terpadu. Salah satu objek kerja samanya, penelitian dan pengembangan dalam rangka peningkatan dan pembangunan jaringan listrik.
“Saya menyarankan, Kabupaten Bengkayang dapat mengambil bagian sesuai dengan kewenangannya bersama-sama Pemprov Kalbar dalam upaya merealisasikan tujuan dari kerja sama tersebut,” ungkap M Zeet.
Dikatakannya, pada masa mendatang kerja sama antardaerah merupakan program yang akan didorong Pemprov Kalbar. Kerja sama tersebut berpotensi menjadi kunci akselerasi pembangunan daerah. Namun yang menjadi kendala kerja sama antardaerah, ketidaktahuan dan ketidaksadaran pemda akan potensi yang dapat dikerjasamakan.
“Kerja sama antardaerah dapat dimanfaatkan dalam rangka menangani isu-isu strategis seperti peningkatan pelayanan publik, keamanan, pengembangan wilayah perbatasan, tata ruang antardaerah, penanggulangan bencana, potensi konflik, kemiskinan, dan pengurangan disparitas wilayah,” jelas M Zeet. (cah)

Sumber: Equator News

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.